Social Icons

Pages

Featured Posts

Sunday, May 31, 2015

Sekolah Demi Ijazah

Setuju atau tidak, sekolah-sekolah yang berada di seluruh penjuru tanah air memiliki kurikulum dengan tujuan utama menciptakan para pencari kerja. Bukan pencipta lowongan pekerjaan. Apakah kurikulum  ini salah?, tidak ada yang salah. Karena hidup ini tergantung siapa yang memilih. Kalau memang seluruh penduduk negeri ini disiapkan untuk mencari kerja, kurikulum saat ini sudah sangat tepat.
Tetapi perlu diketahui, sumber daya alam yang melimpah tidak akan dapat dinikmati oleh pekerja tetapi dinikmati oleh pengusaha. Artinya dengan kurikulum yang memiliki jiwa semangat mencari pekerjaan hanya akan mengantarkan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat kelas bawah, walaupun di negeri sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan?, merubah orientasi kurikulum pendidikan. Dari berorientasi mencari pekerjaan menjadi berorientasi pencipta lapangan pekerjaan. Bagaimana caranya?. Kemanapun suatu bangsa akan berlayar, bukan ditentukan oleh jenis kapal yang dipakai atau medan yang akan ditempuhnya. Tetapi semuanya bermula dari jiwa. Ia, jiwa seorang pengusaha. Kurikulum harus mampu membangkitkan semangat berwirausaha para siswa yang didukung dengan pengetahuan-pengetahuan untuk mengantarkan seseorang menjadi pengusaha yang sukses.

Thursday, May 28, 2015

Masih Banyak Orang Tak Seberuntungku

Pernah terlintas di pikiranku, alangkah lebih baik seandainya ku tak pernah melihat dunia ini. Karena dunia ini tak mampu membuat ambisiku menjadi kenyataan. Satu persatu harapanku mulai tampak terkubur oleh waktu dan kenyataan-kenyataan ini membuatku terus menyesali terlahirnya aku di bumi ini. Tapi kemudian, entah datang darimana pikiran itu, terlintas di pikiranku. Begitu banyak orang yang hidup sebagai preman, perampok, penipu, pembunuh. 

Apakah itu pilihan mereka?, atau sebenarnya karena mereka kecewa dengan kenyataan hidup yang mengubur sedalam-dalamnya harapan mereka. Dan saat itu ku mulai menyadari, tak banyak orang yang mampu bertahan menghadapi kenyataan hidup, sehingga memilih jalan hidup jauh dari yang mereka harapkan. Ini dapat kita lihat dari pernyataan mereka yang sering terdengar di telinga kita.

Harapan Yang Membuatku Terus Menghirup Udara Bumi Ini

Semua manusia yang pernah tinggal dan menghirup udara planet bumi pasti memiliki harapan tentang masa depannya. Tapi kadang kenyataan hidup memilih harapan itu tenggelam ditelan waktu.

Memang sulit menghadapi kenyataan hidup tidak seperti yang kita harapkan. Tetapi hilangnya harapan bukan berarti kita harus mengahkiri kehidupan ini atau berputus asa terhadap kenyataan. Kalau memang harapan itu masih mungkin menjadi kenyataan, kenapa kita tidak terus mencobanya. Barangkali suatu saat nanti harapan kita bisa menjadi kenyataan setelah mencoba kesekian kalinya. Kalaupun memang harapan itu sudah tidak mungkin menjadi kenyataan, kenapa kita tidak membuat harapan-harapan baru yang bisa mendorong kita untuk terus menjalani kehidupan ini dengan gembira. Kita sudah terlahir di dunia, pencipta kita dan alam semesta telah memberi kesempatan kepada kita menghirup segarnya udara bumi. Kenapa tidak kita gunakan sebaik-baiknya. Kalau memang benar kita sudah tidak memiliki harapan lagi di kehidupan ini dikarenakan kenyataan hidup yang begitu dahsyat. Bantulah generasi-generasi kita atau siapa saja untuk mewujudkan harapan mereka. Meskipun kita tak bisa tersenyum karena harapan kita telah dikubur oleh kenyataan hidup, tetapi kita masih bisa tersenyum melihat generasi-generasi kita tersenyum karena harapan mereka bisa menjadi kenyataan.
 
 
Blogger Templates