Social Icons

Pages

Sunday, May 31, 2015

Sekolah Demi Ijazah

Setuju atau tidak, sekolah-sekolah yang berada di seluruh penjuru tanah air memiliki kurikulum dengan tujuan utama menciptakan para pencari kerja. Bukan pencipta lowongan pekerjaan. Apakah kurikulum  ini salah?, tidak ada yang salah. Karena hidup ini tergantung siapa yang memilih. Kalau memang seluruh penduduk negeri ini disiapkan untuk mencari kerja, kurikulum saat ini sudah sangat tepat.
Tetapi perlu diketahui, sumber daya alam yang melimpah tidak akan dapat dinikmati oleh pekerja tetapi dinikmati oleh pengusaha. Artinya dengan kurikulum yang memiliki jiwa semangat mencari pekerjaan hanya akan mengantarkan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat kelas bawah, walaupun di negeri sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan?, merubah orientasi kurikulum pendidikan. Dari berorientasi mencari pekerjaan menjadi berorientasi pencipta lapangan pekerjaan. Bagaimana caranya?. Kemanapun suatu bangsa akan berlayar, bukan ditentukan oleh jenis kapal yang dipakai atau medan yang akan ditempuhnya. Tetapi semuanya bermula dari jiwa. Ia, jiwa seorang pengusaha. Kurikulum harus mampu membangkitkan semangat berwirausaha para siswa yang didukung dengan pengetahuan-pengetahuan untuk mengantarkan seseorang menjadi pengusaha yang sukses.


Kenapa semangat berwirausaha harus ditumbuhkan?. Jawabannya sederhana. Kalau kita ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dalam hidup ini, kita harus berusaha lebih. Seorang pekerja, bagaimanapun usahanya tetap saja hasilnya sama. Selain itu dia bekerja untuk memperkaya orang lain. Sayang sekali bukan, kita bekerja dengan susah payah. Tetapi orang lain yang menikmati hasil pekerjaan kita. Kalau seorang pengusaha, apapun yang dia dapatkan itu adalah hasil usahanya. Jika dia berusaha lebih, maka dia akan mendapatkan hasil lebih. kalau dia berusaha kurang, maka dia akan mendapatkan hasil kurang.



Lalu, apakah kita tidak boleh menjadi karyawan?. Tidak ada salahnya menjadi seorang karyawan, tetapi karena hidup ini adalah pilihan. Setiap pilihan punya resiko, dan siap atau tidak kita harus menanggung resiko pilihan kita. Tetapi perlu diketahui juga, dengan menjadi seorang karyawan, seseorang juga dapat belajar menjadi pengusaha. Karena pengalaman akan membantu seseorang melakukan sesuatu dengan lebih baik, termasuk menjadi seorang pengusaha.

Catatan penting, jika kita sekolah untuk mencari pekerjaan. Kita hanya akan menjadi orang kelas bawah, meskipun di negeri sendiri. Tapi jika kita sekolah untuk menjadi pengusaha, kita akan menjadi tuan di negeri sendiri. Namun, ,menjadi karyawan itu tak selalu buruk, karena dengan menjadi karyawan kita bisa belajar menjadi seorang pengusaha.

No comments:

Post a Comment

 
 
Blogger Templates